Kamis, 22 April 2021

KEBIJAKAN PENGURANGAN RISIKO BENCANA COVID-19: PENGALAMAN SEKOLAH TUMBUH https://doi.org/10.24832/jpkp.v13i2.350

 DWITYA SOBAT ADY DHARMA

Abstract

All educational institutions, both private and public, have a role and responsibility to continue to provide quality education. In the context of policy, educational institutions must be able to produce strategic policies that are not only student-centered, but also able to facilitate school members to carry out their functions optimally. This study focuses on policies taken on COVID-19 disaster risk reduction (PRB) in Yogyakarta Tumbuh Schools (SD Tumbuh 1, SD Tumbuh 2, SD Tumbuh 3, SD Tumbuh 4, SMP Tumbuh, and Tumbuh High School). This study used qualitative methods with a literature and empirical approach. The data is obtained from the COVID-19 disaster emergency response policy formulated by the School Principal, HRM, and phenomena that occur in schools. The data used are in the form of circular letters as policy products, and various documents. The results showed that the DRR policies in Growing Schools applied humanist principles that were able to accommodate the needs of school residents (students, teachers, and staff). Policy implementation is carried out in a systematic flow so that it is easily understood by school residents and is made by prioritizing the deliberations of the leaders.


 

 https://jurnalpuslitjakdikbud.kemdikbud.go.id/index.php/litjak/article/view/350

Minggu, 01 November 2020

PENELITIAN TENTANG Budaya Organisasi, Perilaku Prososial, Kinerja Guru dan Staf di Sekolah Inklusi

DWITYA SOBAT ADY DHARMA: Tujuan dari penelitian mengetahui budaya organisasi, kinerja pegawai, dan perilaku prososial guru dan karyawan, serta mengetahui pengaruh budaya organisasi dan sikap prosial terhadap kinerja di lingkungan sekolah inklusi multikultur. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif-analitis. Pendekatan kuantitatif digunakan saat menguraikan data yang diperoleh dari angket dan mencari hubungan antara budaya organisasi, sikap prososial, dan kinerja. Pendekatan kualitatif digunakan untuk memberikan penjelasan yang lebih mendalam yang didapat dari wawancara. Penelitian dilakukan di Sekolah Tumbuh (SD Tumbuh 1, SD Tumbuh 2, SD Tumbuh 3, SD Tumbuh 4, SMP Tumbuh, dan SMA Tumbuh) dengan subjek 90 guru dan staf. Hasil penelitian menunjukkan, ada hubungan yang positif antara budaya organisasi, sikap prososial, dan kinerja di sekolah inklusi multikultur. Hal ini dikarenakan budaya organisasi di sekolah inklusi multikultur didasari oleh visi dan misi yang sama namun tetap menghargai keberagaman dan penunjukkan sikap prososial yang berdampak pada kinerja.

jurnal lengkap dapat didownload di :
 http://jurnal.unipasby.ac.id/index.php/special/issue/view/301

 

Minggu, 18 Oktober 2020

ASYIKNYA MENATA KEUANGAN (CSIE)

 Sudahkah anda merasa bahagia dalam menata keuangan keluarga? Keuangan memang hal sensitif yang penting untuk dibicarakan. Acara ini mengajak peserta yang hadir untuk tetap asik menata keuangan keluarga pada masa pandemi. Pembicara zoominar kali ini adalah Dr. Dian Indri Purnamasari, Ak., CA, seorang dosen yang sudah berpengalaman di bidang keuangan. Pada awal materi, pembicara menjelaskan pentingnya pemahaman tentang kebutuhan dan keinginan. Penentuan skala prioritas adalah yang utama untuk ditetapkan pada perencanaan keuangan. Dana pendidikan salah satu yang penting untuk disiapkan atau direncanakan. Kata kunci yang ditekankan oleh pembicara dalam menata keuangan keluarga yaitu “komitmen, konsistensi, dan mentalitas”. Narasi terus berpikir positif ditekankan untuk menghadapi perubahan-perubahan zaman yang tak terduga ini. Selain itu, narasi sosial untuk bergotong royong saling membantu usaha teman dan tetangga diharapkan dapat dilakukan oleh peserta zoominar.





 

Zomminar Sma Tumbuh: Istimewanya Jogja

 


DWITYA SOBAT ADY DHARMA: Zoominar ini dilatarbelakangi dengan pemikiran perlunya melakukan kajian nilai-nilai keistimewaana Jogja yang terintegrasi dengan pendidikan. Hal ini merupakan respon terhadap eksistensi sekolah-sekolah reguler yang dominan mengajarkan homogenitas budaya, agama, suku, ras, dan kebutuhan khusus. Pendidikan dengan kesitimewaan Jogja kemudian dirancang dan diaplikasikan sebagai jawaban dari tantangan dunia yang membutuhkan prioritas baru dalam penghargaan pada kebebasan yang bertanggung jawab, menciptakan lingkungan yang teduh, berorientasi pada keberagaman yang terjadi di dunia dan lebih responsif pada isu-isu sosial yang sering menyulut konflik.

Isu keistimewaan Jogja dalam Sekolah Tumbuh menjadi menarik untuk dibahas karena Sekolah Tumbuh dibidani oleh pihak yang lekat dengan kultur Jawa, namun di sisi lain menawarkan keberagaman dalam budaya dalam satu payung yang sama. Eksistensi Sekolah Tumbuh (SMA Tumbuh) memiliki fungsi yang sangat strategis untuk menumbuhkembangkan nilai-nilai multikultur di masyarakat sekaligus menjadi salah satu tantangan yang masif bagi warga sekolah. Oleh karena itu, perlu diadakah Zoominar yang membahas bagaimana Sekolah Tumbuh mengintegrasikan nilai-nilai lokal dan keberagaman (internasionalitas, suku, budaya, kebutuhan) dalam satu irama yang harmonis.

 


 

school mapping hazard mutlak disosialisasikan kepada penyandang disabilitas di daerah rawan bencana

Satu dari lima prioritas pelaksanaan kegiatan dalam Kerangka Kerja Hyogo (HFA) pada tahun 2005-2015 adalah membangun bangsa dan masyarakat...